Sensitif Terhadap Makanan Tertentu


Kebanyakan orang yang memungkinkan mengalami kesulitan untuk fokus adalah orang yang mengalami penyakit celiac (penyakit yang dihasilkan reaksi autoimun terhadap gluten dan protein pada gandum, barlet, dan rye). Atau bisa juga peka terhadap makanan seperti kedelai dan susu. Hal tersebut dapat memicu peradangan yang dapat membuat otak medadak fuzzy.

Butuh waktu sekitar 72 jam setelah otak bereaksi pada makanan tertentu untuk kembali  dalam keadaan fokus. Nah, untuk untuk mengidentifikasi kadar sensitivitas tubuhmu pada makanan, ada baiknya kamu melakukan tes darah. Plus, jangan lupa banyak minum air untuk meningkatkan memori otak dan menghidrasi tubuhmu agar tubuh tetap segar dan bisa kembali fokus.

 

source: http://www.huffingtonpost.com.au/2016/04/25/gluten-free-diet-potential-risks-for-people-who-arent-coeliac/

 
baca juga

Jadi Perfeksionis


Well, being perfectionist  tak hanya berkaitan dengan ambisi tertentu yang ingin kamu capai, tapi juga berkaitan dengan rasa takut untuk gagal. Sehingga, kamu pun menjadi stress karenanya.  Di saat tersebut, otakmu berusaha menjagamu dari perubahan yang bersifat spontan dengan cara mengurangi kerjanya. Maka dari itu, jangan biarkan rasa cemas membayangimu! Beri waktu pada dirimu sendiri untuk memilah-pilah prioritas pekerjaan dan menemukan sumber rasa cemas tersebut. Sedikit saran, berjalan-jalan kecil bisa membantumu kembali dengan otak yang lebih fokus.

 

source: http://www.glamour.com

 
baca juga

Sedang PMS


Seminggu sebelum menstruasi, fluktuasi estrogen dan progesteron dapat membuatmu merasa lalai. Namun, hal tersebut nggak akan berlangsung lama. Sebab, tubuhmu akan kembali fokus beberapa hari sebelum menstruasi pertama berlangsung. Agar kamu tetap bisa fokus, nge-gym bisa menjadi solusi. Beberapa exercise dapat meningkatkan kerja neurotransmitter untuk memelihara konsentrasi layaknya dopamin.

 

source: http://bahasa.aquila-style.com


 

Drama yang Belum Selesai


We know, hidup seorang perempuan nggak bisa lepas dari yang namanya "drama". Setelah mengalami pertengkaran, otakmu akan merasakan konflik sebagai tanda bahaya. Hal tersebut akan membuat otak fokus terhadap ancaman dan menciptakan reaksi untuk membuatmu tetap merasa aman. Namun di sisi lain dapat membuat kamu tidak bisa fokus dengan beberapa hal. Untuk mengembalikan fokusmu, buatlah jadwal untuk menyelesaikan masalah satu per satu. Kemudian menuliskan poin-poin penting yang menjadi concern-mu saat itu. Then, set them aside, agar kamu terhindar dari obsesi berlebihan dari permasalahanmu. Yap, mencari jalan keluar atas segala permasalahan dapat menetralisir keadaan tubuhmu.

 

source: http://cdn.evoke.ie/


 

Menurunnya Zat Besi dalam Tubuh


Ketika kadar zat besi dalam darah menurun, kinerja kognitif pada otak dan konsentrasi juga akan menurun. Sebuah studi yang pernah menganalisis masalah fokus pada perempuan yang menginjak usi perguruan tinggi menyebutkan, perempuan yang mengonsumsi makan siang yang mengandung zat besi tinggi selama 4 bulan, dapat meningkatkan memori dan konsentrasi. Makanan yang mengandung zat besi diantaranya adalah daging, babi, kerang, sayuran hijau, biji labu dan dark chocolate. Seimbangkan juga dengan kandungan vitamin C agar penyerapan zat besi menjadi maksimal.

 

source: http://i.dailymail.co.uk


 

To-Do List yang Melelahkan


Ada baiknya saat kamu menuliskan to-do list, jangan hanya menuliskannya secara umum. Sebab, secara tidak langsung, kamu akan terfokus dengan hal umum yang akan kamu lakukan dan jadi lebih rentan mengabaikan hal-hal yang akan dikerjakan selanjutnya. Otak juga akan merasa lelah. Maka dari itu, pikirkan bahwa to-do list yang kamu kerjakan merupakan sebuah komitmen besar yang harus kamu selesaikan. Agar lebih jelas, pisahkan beberapa perihal ke dalam urusan 'urgent' dan 'non-urgent'. 

 

source: http://i.imgur.com


 

Minum Kopi Saat Perut Kosong


Hal ini merupakan perihal yang mungkin sering kamu lakukan. Ketika kamu melewatkan sarapan, kamu sengaja mengambil kopi dengan alasan agar lebih cepat merasa fokus. Padahal hal tersebut dapat membuat tubuhmu mengirimkan sinyal untuk menigkatkan hormon stress yaitu kortisol dan adrenalin. Akibatnya, tubuhmu tak bisa fokus untuk memperhatikan pada hal-hal lain yang ada di sekitarmu, sehingga kamu akan lambat merasa aware. Maka dari itu, jangan lupa untuk tetap sarapan dengan makanan yang tinggi protein dan karbohidrat kompleks seperti omelet sayuran atau green smoothie.

 

source: http://kiss951.com