Ketika kamu sedang menstruasi, apakah kamu pernah memperhatikan warna darah yang sedang keluar? Biasanya, darah menstruasi tak hanya berwarna merah. Seringkali kita mendapati warna darah menjadi cokelat atau kehitaman keluar saat tubuh kita sedang mengalami sesuatu yang tidak biasa, terutama ketika sedang menstruasi. Well, sampai sejauh mana darah cokelat terbilang normal?
 

Masih Normal Selama Siklus Haid Masih Terbilang Normal

Dalam banyak kasus, darah cokelat yang keluar pada saat haid masih terbilang normal kok. Saat menstruasi, tubuhmu melepas lapisan pada dinding rahim yang berawal dari warna merah, menuju warna kecoklatan. Darah cokelat biasanya muncul di akhir masa menstruasimu.

Namun, darah coklat ternyata juga bisa muncul di tengah masa  menstruasi lho. Hal ini biasanya dialami oleh perempuan muda yang baru saja mengalami menstruasi, saat menggunakan pil KB, atau mendekati masa menopause. Terutama pada pil KB Nexplanonn yang dapat memicu perubahan level hormon. Sehingga warna darah bisa menjadi cokelat, bahkan di awal menstruasi. Tetapi, jika kamu menemukan bercak cokelat di luar waktu menstruasi, segera konsultasikan dengan doktermu ya!
 

baca juga

Tapi, Bisa Jadi Pertanda Penyakit Kelamin Jika....

source: http://i0.wp.com/www.ladycarehealth.com

Biasanya, munculnya darah cokelat juga dapat terjadi karena adanya masalah kesehatan. Hal ini juga dapat menjadi indikator adanya penyakit di dalam tubuhmu. Hal ini akan menjadi sangat berbahaya jika kamu mengalaminya saat sedang hamil. Selain itu, bisa jadi kamu mengalami Polycystic ovary syndrome (PCOS) seperti ciri-ciri berikut ini:

- siklus haid tidak normal
- pertumbuhan rambut yang nggak wajar
- obesitas
- jerawat
- infertilitas
- kulit gelap dan menebal
- Kista pada ovarium

PCOS yang tidak teratasi dengan segera dapat membuatmu lebih rentan terhadap penyakit diabetes tipe 2, infertilitas, dan penyakit kardiovaskular.

Selain itu, perubahan warna pada darah menstruasi juga bisa menandakan gejala dari infeksi jamur maupun penyakit infeksi menular seksual (IMS) seperti gonorea dan klamidia. Juga, bisa jadi pertanda telah terjadi peradangan seperti servisitis (radang leher rahim) atau vaginistis. Namun dalam kasus terkecil, darah cokelat terkadang menandakan adanya gejala kanker serviks.


Hubungan dengan Kehamilan dan Menopause

Saat masih awal kehamilan, slight bleeding berwarna kecokelatan pada perempuan hamil mungkin masih terbilang normal. Namun, lain halnya apabila sedang dalam masa hamil besar. Jika kamu menemukan hal tersebut, perhatikan apabila gejala abnormal lainnya juga mengikuti. Misalnya, banyak cairan yang keluar dari vagina, sering pusing, sakit bahu, serta tidak merasakan gejala kehamilan normal.

Kamu harus make sure agar hal-hal tersebut tidak mengarah pada keguguran atau ektopik. Begitu juga dengan perubahan warna kecokelatan pada darah nifas. Selain itu, perubahan warna darah kecokelatan bisa terjadi setelah melakukan aborsi. 

Perempuan pada masa menopause juga bisa mengalami perubahan warna darah menstruasi. Sebagian besar, hal tersebut bukanlah permasalahan yang serius. Akan tetapi, perubahan darah bisa jadi dapat berhubungan dengan peradangan lapisan vagina, polip pada serviks, atau pada rahim.
 

baca juga
Jika kamu khawatir mengenai keluarnya darah cokelat saat haid, ada baiknya kamu melakukan konsultasi pada dokter agar kamu dapat mencegah penyakit berkelanjutan dari munculnya darah cokelat tersebut. Selalu perhatikan kesehatanmu ya, Beautynesian!
 
source: https://s.sharecare.com