1. Tes Kolesterol


Ketika di usia menginjak 30-an, kamu harus waspada dengan tingkat kolesterol dalam darah. Pikirkan bahwa kolesterol yang dimaksud di sini bukanlah sebuah kondisi maupun penyakit. Namun merupakan indikasi risiko yang mengarah pada penyakit jantung.

Keep in your mind, kamu nggak hanya harus menjaga kadar LDL (kolesterol jahat) rendah sekitar 100 mg/dl. Namun juga membuat kadar HDL (kolesterol baik) menjadi naik, optimalnya 60 mg/dl menurut standar America Heart Association. Total kadar kolesterol maksimal adalah 200 mg/dl atau lebih. 

Dan lagi, perhatikan juga kadar trigliserida, yang merupakan jenis lemak pada tubuhmu. Sebab, jika trigliserida mencapai lebih dari 150 mg/dl, it consider as a red flag! Tingginya kadar trigliserida jika bercampur reaksi dengan kadar HDL rendah dan kadar LDL tinggi akan mempercepat proses atherosclerosis alias penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah  arteri. Sehingga, hal tersebut meningkatkan risiko sakit jantung dan stroke. Lakukan tes kolesterol setidaknya setiap 5 tahun sekali, terutama jika keluarga memiliki riwayat sakit jantung, obesitas, atau kamu punya kebiasaan merokok.
 

baca juga

2. Tes Kesehatan Kulit


For your information, American Academy of Dermatology telah menggolongkan beberapa penyakit kulit seperti penggelapan atau bintik-bintik hitam pada tubuh yang membutuhkan pengamatan profesional dengan pendekatan ABCDE. Diantaranya sebagai berikut:

A- asimetris
B- pendarahan
C- perubahan warna
D- diameter (lebih besar dari 6 milimeter)
E- evolving, atau berkembang

Perempuan dengan kulit putih biasanya memiliki risiko lebih tinggi terserang kanker kulit lho. Jika kamu salah satunya, kamu harus mulai concern dengan keadaan kulitmu mulai dari sekarang. 

Selain itu, biasanya orang-orang yang mulai terkena sunburn sebelum umur 18 dan beberapa anggota keluarga terdekat didiagnosa menderita melanoma, artinya kamu memiliki risiko tinggi terkena kanker kulit. Apalagi, menurut Center of Disease Control and Prevention, jumlah penderita melanoma pada perempuan semakin meningkat secara signifikan dalam rentang tahun 1999 dan  2008.

 

3. Cek Tiroid


Tes tiroid yang terbaik biasanya termasuk pengecekan seperti blood screen untuk TSH (thyroid stimulating hormone), yang mendeteksi hipertiroid. FYI, tiroid yang terlalu aktif bisa menyebabkan insomnia dan kekurangan berat badan. Sedangkan, hipotiroid dapat menyebabkan tubuh cepat lesu dan kenaikan berat badan. 

Tes tiroid juga dapat mendeteksi kondisi penyakit autoimun seperti Graves' disease. Sebaiknya, segeralah melakukan cek tiroid bila kamu mengalami gejala seperti perubahan mood, berat badan, kebiasaan tidur atau tingkat kolesterol.
 

baca juga

4. Tekanan Darah


Penyakit akibat tekanan darah juga harus kamu waspadai di usia 30-an ini. Terutama jika keluarga memiliki faktor risiko penyakit jantung atau stroke, riwayat keluarga yang kuat karena overweight atau  merokok. 

Just remember this, tekanan darah sistol/diastol yang harus kamu waspadai adalah diatas antara 120/139 atau dibawah antara 80/89. Menurut American Heart Association, hipertensi atau tekanan darah tinggi didefinisikan di angka 140/90. So beware of that numbers!