Beberapa sabun pembersih wajah memiliki klaim mampu mengangkat minyak dan kotoran di wajah secara menyeluruh. Tapi pernahkah kamu merasakan sensasi kulit kering dan rasa tertarik sesaat setelah mencuci muka? Jika kamu mengalami hal demikian, maka sudah saatnya kamu melakukan pengecekan apakah sabun yang kamu gunakan saat ini cukup baik atau tidak untuk wajahmu.

source: http://www.dermatocare.com/blog/3-effective-steps-to-tackle-your-DRY-SKIN-from-our-Dermatologist

Mengangkat minyak di wajah sih memang sah-sah saja, tetapi jika minyak alami di wajah ikut terangkat secara berlebihan, akibatnya kulit bisa menjadi kering. Kondisi kulit yang kering justru akan memicu kulit untuk memproduksi minyak secara berlebih demi menjaga kelembabannya. Tidak mau wajah kamu semakin berminyak hanya karena salah memilih produk sabun pembersih wajah kan? Makanya yuk, kenali dulu bagaimana cara memilih sabun pembersih wajah untuk kulit berminyakmu!

baca juga


 

Hindari Bahan Sodium Lauryl Sulfate

Kulit terasa kering dan ketarik sesaat setelah mencuci wajah bisa jadi terjadi karena sabun pembersih wajahmu mengandung bahan sodium lauryl sulfate atau SLS. Bahan inilah yang membuat sabun mampu menghasilkan banyak busa dan menjadikan sabun mengandung deterjen dengan kadar yang tinggi. Bahan ini tidak hanya terkandung pada sabun pembersih wajah saja melainkan juga ada di produk sabun mandi, sampo.

source: http://www.buzzle.com/articles/dangers-of-sodium-lauryl-sulfate-sls.html

Menurut artikel dalam European Journal of Dermatology (2001), kandungan SLS sebanyak 2 - 5% dapat memicu reaksi alergi pada kulit seseorang. Selain itu bahan ini juga dapat menghilangkan minyak alami di wajah yang memicu kulit terus menerus memproduksi minyak berlebih. Bahkan pada tahun 2003, National Library of Medicine National Institutes of Health menemukan fakta bahwa bahan ini dapat menghilangkan kadar air pada lapisan teratas di permukaan kulit. Oh iya, Sodium Laurenth Sulfate dan Ammonium Laureth Sulfate biasanya juga digunakan sebagai alternatif dari penggunaan SLS karena memiliki sifat yang sama. Namun, lebih baik kamu menghindari keduanya yah, ladies!

 

baca juga

Gunakan Sabun dengan Formula yang Lembut

As what have been told, sebaiknya kamu menghindari sabun pembersih wajah dengan bahan dasar Sulfate. Sebagai gantinya, gunakan sabun dengan formula yang mengandung bahan seperti Sodium Olefin Sulfonate, Disodium Cocoamphodiacetate, atau Sodium Lauryl Oat Amino Acids. Ketiga bahan tersebut juga mampu mengangkat minyak dan kotoran di wajah, namun formulanya lebih lembut, sehingga tidak membuat kulit terasa kering atau bahkan tertarik. Mudahnya, cukup cari face wash yang berlabel gentle face wash!

source: http://www.stuff.co.nz/life-style/beauty/makeup-skincare/10548829/Seven-saviours-for-the-oily-skinned


 

Pilih yang Mengandung Formula Antibakteri

Kulit yang berminyak lebih rawan berjerawat atau iritasi, hal ini dikarenakan bakteri lebih mudah berkembang biak dalam kondisi kulit berminyak. Jika tidak ingin timbul jerawat, maka sebaiknya gunakan sabun pembersih wajah yang mengandung formula antibakteri sehingga dapat mencegah perkembangan bakteri di dalam pori-pori kulit. Beberapa kandungan antibakteri yang dapat mengurangi produksi minyak diantaranya adalah lavender, chamomile, grapeseed, tea tree, jojoba, eucalyptus, argan, dan peppermint. Nah, salah satu antibacterial face wash yang dapat menjadi pilihanmu adalah Tea Tree Skin Clearing Facial Wash dari The Body Shop.

source: https://withtinu.wordpress.com/2015/04/27/product-praise-ft-the-body-shop-tea-tree-facial-wash/

Terlepas dari memerhatikan kandungan dari sabun pembersih wajah yang digunakan, kamu juga perlu memerhatikan bagaimana cara mencuci wajah yang baik untuk kulit. Usahakan untuk mencuci wajah dengan sabun maksimal 2x sehari, kemudian jangan menggosok wajah secara berlebihan saat mencuci wajah yah, Beautynesian!

Semoga bermanfaat!