source: http://img.webmd.com/

Produk Makeup dan Personal Care yang Kamu Gunakan Saat Ini



Kamu mungkin berpikiran bahwa menggunakan produk skincare yang tepat untuk kebutuhan kulitmu akan dapat memperbaiki kulit wajah yang sedang mengalami breakout. Masalahnya, tak semua produk skincare yang tepat untuk wajah dapat memenuhi ekspektasimu. Sebab, jika mengandung bahan tertentu, bahan itulah yang akan membuat sel kulit mati yang akan segera hilang malah jadi terperangkap dalam pori-pori. Nggak heran deh kalau breakout malah makin menjadi. Cek dulu deh kalau produk skincare-mu mengandung bahan di bawah ini.
 
Silicone
Including: methicone, dimethicone, trimethicone, cyclomethicone, siloxane, cyclopentasiloxane, cyclotetrasiloxane, cyclohexasiloxane, silsesquioxane, trimethylsiloxysilicate, methylpolysiloxane, stearoxytrimethylsilane)

Bahan tersebut digunakan untuk membuat kulit terasa halus dan lembut. Sayangnya, silicone malah justru menutup pori-pori dan membuat kulit dehidrasi.


Petrochemicals 

Including: benzene, petrolatum, paraffin wax, mineral oil and anything else that contains the words polyethylene glycol (PEG), ethanolamine (MEA), triethanolamine (TEA), diethanolamine (DEA), butyl, propyl, ethyl, methyl dan ethanol.

Biasanya, petrochemical digunakan untuk mengunci kelembapan kulit. Tapi ternyata, tak hanya menutup permukaan pori-pori, bahan tersebut memproduksi senyawa karsinogenik dan neurotoksin yang dikenal dengan 1,4-dioxane.


Dyes and Perfumes

Including: Parfum, fragrance, FD&C or D&C

Bahan tersebut memang membuat produk skincare-mu memiliki aroma menyenangkan. Sayangnya, bahan-bahan tersebut meningkatkan sensitivitas kulit dan risiko iritasi.

Paraben
Including: methylparaben, propylparaben, ethylparaben, atau butylparaben.

Paraben telah banyak digunakan sebagai bahan pengawet kosmetik. But in fact, bahan tersebut justru berkadar racun tinggi dan dapat merusak sistem endokrin dan berdampak pada sistem hormon. Jelas saja jika ini terjadi, kamu makin jerawatan.


Alcohols 

Including:  D alcohol, isopropyl alcohol, denatured alcohol (alcohol denat.), cetyl alcohol, stearyl alcohol, cetearyl alcohol, hexadecyl alcohol, isocetyl alcohol, oleyl alcohol, acetylated lanolin alcohol

Alkohol berfungsi untuk membuat penetrasi bahan-bahan skincare ke kulit menjadi lebih mendalam. Namun penggunaannya dapat membuat kulit kering, memicu iritas dan bahkan memicu kerusakan kulit lebih tinggi.


Acrylics
Including: acrylic/acrylates copolymer, acrylic/acrylate crosspolymer, acrylic acid, methacrylic acid, 2-ethylhexyl-acrylate.

Did you know? Bahan acrylics yang digunakan untuk membuat bahan-bahan produk menyatu ternyata adalah bahan yang digunakan juga untuk membuat plastik dan kuku palsu. Jelas aja kalau bahan ini dapat menutup pori-pori kulitmu.

 

baca juga

Pola Makan yang Sedang Kamu Jalani


It's no suprising kalau apa yang kamu makan, pasti akan berdampak pada tubuhmu. Yap, termasuk juga makanan yang dapat memicu tumbuhnya jerawat. Menurut studi yang dilakukan Jennifer Burris di tahun 2014 terhadap 200 orang yang mengonsumsi gula, produk susu dan lemak tak sehat, menemukan adanya makanan tersebut terhadap timbulnya jerawat.

 

Stress yang Berlebihan


Stres membuat hormon di tubuhmu menjadi tidak seimbang. Saat kamu stres, tubuhmu mengeluarkan respon infalamasi dan membuat dinding pori-porimu breaking. Ketika hal tersebut terjadi, tubuh meresponnya dengan redness di sekitar pori-pori tersebut sehingga menyebabkan jerawat. Hormon androgen pun meningkat and leads to more acnes. Eww!

 

baca juga

Kebiasaan Merokok


You know, merokok memang nggak baik untuk kesehatanmu, begitu juga kulitmu. Saat merokok, kadar oksigen pada kulitmu jadi menurun. Hal tersebut nggak hanya berpotensi tinggi memicu kanker, tapi juga dapat mem-breakdown elastin dan kolagen yang menyebabkan pembesaran pori-pori dan kerutan. Kandungan bahan karsinogenik pada rokok juga membuat kulitmu teriritasi. 

 

Tidak Membersihkan Wajah dengan Benar


Kamu tentunya mengetahui, jika pori-porimu tersumbat oleh kotoran dan makeup dalam jangka waktu lama, wajahmu akan semakin banyak muncul jerawat. Logikanya, jika kamu tak membersihkan kotoran wajahmu sampai tak bersisa, breakout tentu akan terjadi. Tapi tak hanya itu, scrubbing wajah terlalu keras pada kulit wajahmu juga akan memicu breakout. Soalnya, saat scrubbing, kamu menggosok bagian jerawat yang aktif dan bakteri akan menyebar ke seluruh wajahmu.

 

Terlalu Lama Terpapar Matahari


Sun exposure could be to blame for your breakout. Wajarnya, kulit memiliki waktu limit untuk terpapar sinar matahari, 15 menit untuk kulit fair dan 30 menit bagi yang berkulit gelap. Melebih waktu tersebut, kulit wajahmu dapat mengering dan dehidrasi, sehingga memproduksi lebih banyak minyak wajah yang memicu jerawat.

 

Tidak Cukup Tidur


Kurang tidur juga dapat mengakibatkan jerawat lho, Beautynesian. Tak hanya membuat hormon tubuh menjadi nggak seimbang, level kelembapan kulit dan pH menjadi berkurang,sehingga kulit menjadi kering. Then as the result, hormon androgen akan memproduksi lebih banyak minyak pada wajah, menutupi pori-pori ketika bertemu dengan sel kulit mati yang kering. Maka dari itu, jangan lupakan waktu tidur antara 7-9 jam perharinya ya!