Banyak orang memilih untuk menjalankan diet karbohidrat demi menurunkan berat badan. Cara ini dipercaya dapat memberikan hasil secara cepat. Namun sayangnya, masih banyak yang salah dalam menjalankannya. Kebiasaan orang Indonesia yang belum merasa kenyang jika belum makan nasi membuat sebagian orang mengganti porsi nasi dengan mengonsumsi roti atau mie. Padahal dengan menghindari konsumsi nasi tetapi tetap mengonsumsi roti ataupun mie dapat membuat dietmu sia-sia lho. Mengapa demikian?
 

"Jika Anda pantang nasi, tapi tetap menyantap mie dan roti, mana bisa turun berat," - Dr. Eva Kurniawati, M. Gizi, SpGK.
source: http://www.lighthouse-indonesia.com/mengganti-nasi-dengan-mi-atau-roti-percuma/


Oke, sekarang saatnya kita pahami manakah yang mengandung lebih banyak kalori. Nasi, mie, atau roti?

Dalam sebungkus mie instan dengan berat 70 gram terkandung 370 kalori, sedangkan nasi putih dengan porsi yang sama hanya mengandung 91 kalori. Itu artinya, mie instan memiliki kandungan kalori 4x lebih banyak daripada nasi putih. Sehingga, tidak heran jika mie instan dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih cepat gemuk. Apalagi, bagi orang yang menjadikan mie sebagai lauk dari nasi, tentunya kalori yang dikonsumsi akan berlipat ganda. Konsumsi mie juga akan membuat tubuh terasa lebih cepat lapar karena mie membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna. Akibatnya, kita tergoda untuk makan lagi.
 

"Namun banyak orang yang beranggapan bahwa mi punya kalori yang lebih rendah dibanding nasi. Padahal sebaliknya. Jika sedang menjalankan diet, sebaiknya menjauhi konsumsi mi instan, karena kalorinya yang sangat tinggi, namun nutrisinya hanya sedikit," - dr Patricia Wijaya, ahli kosmetik dan kecantikan dari Beauty Inc.
source: http://health.kompas.com/read/2012/01/09/11201784/hindari.mi.instan.saat.diet

Walaupun demikian, konsumsi mie instan maupun mie jenis lainnya tetap tidak dilarang kok. Sah - sah saja jika kamu ingin memakannya, asalkan masih dalam batas wajar ya, misalnya saja sebulan sekali. Lalu bagaimana dengan konsumsi roti?
 
baca juga
source: http://www.elle.com/culture/travel-food/news/a24575/bread-shaming/


 

Setiap sehelai roti tawar putih dengan berat 25 gram mengandung 67 kalori, berarti dalam 3 helai roti tawar dengan berat 75 gram terkandung kalori sebanyak 201 kalori. Dengan berat yang hampir sama dengan sebungkus mie instan, jumlah kalori yang terkandung dalam roti tawar masih jauh lebih sedikit. Tetapi ingat, kalori yang terkandung dalam roti tawar masih lebih banyak dari nasi putih, yaitu sekitar 2x lipatnya. Belum lagi kebiasaan kita yang mengonsumsi roti tawar dengan selai yang pastinya mengandung kadar gula yang tinggi.
 

source: http://kecubungaldara.blogspot.co.id/2015/06/fakta-roti-tawar-yg-harus-diketahui.html


Lalu bagaimana dengan anjuran mengganti roti tawar putih dengan roti gandum? Ternyata, roti tawar gandum memiliki kandungan kalori yang lebih banyak yaitu sekitar 69 kalori di setiap helainya. Hanya saja kandungan serat dalam roti gandum memang lebih banyak daripada roti tawar putih. Kandungan serat yang tinggi pada roti gandum memang berakibat pada tekstur roti yang cenderung kasar dan kurang lezat. Akibatnya, sebagian besar orang yang mengonsumsinya akan menggunakan lebih banyak selai sehingga lebih banyak pula glukosa yang dikonsumsi.
 

baca juga
source: https://panduancaracepathamil.wordpress.com/category/makanan-sehat/page/2/


 

Kesimpulannya, bijaklah dalam menentukan apa yang akan dikonsumsi saat sedang diet. Boleh menghindari konsumsi nasi, namun ingat bahwa tubuh tetap membutuhkan karbohidrat. Pilihlah menu substitusi yang baik untuk tubuh yang memiliki kadar karbohidrat lebih rendah namun tetap memiliki banyak nutrisi, seperti beras merah, kacang - kacangan, ataupun oatmeal. Jika tetap konsumsi nasi ya boleh - boleh saja, asalkan dengan porsi yang wajar yaitu sebanyak 1/4 piring makan, 1/4 sisanya untuk protein, dan 1/2 lagi untuk buah dan sayuran. Nasi tetap lebih baik daripada makanan yang terbuat dari tepung terigu.