Bicara mengenai kondisi kesehatan mental, kesehatan emosional juga menjadi perihal penting yang harus kamu perhatikan. Emosi positif tentunya akan membuat kamu merasa nyaman dan dapat menerima perasaan orang-orang yang ada di sekitar sehingga kamu dapat merasakan kedamaian.

Kami tahu, terkadang stress akibat tekanan dari luar maupun pemikiranmu sendiri membuat kamu merasakan emosi negatif. Ya, semua orang pasti pernah mengalaminya. Tapi yang perlu kamu ketahui, membiarkan emosi negatif terlalu menguasai diri bisa menyebabkan diri sendiri tidak sehat lho. Let's called it, emosi yang tidak meyehatkan.

Faktanya, menyimpan emosi negatif, kebencian dan rasa marah justru akan menimbulkan chronic anxiety atau gangguan kecemasan kronis.

"Chronic anxiety sangat bisa ditebak akan menghasilkan adrenalin berlebihan dan kortisol, yang menguras produksi sel-sel pembunuh alami, yang dibutuhkan tubuh untuk memerangi kanker," ujar Dr Michael Berry,  Director of Pastoral Care di Cancer Treatment Centers of America.

Hal itu dia buktikan dengan penemuannya terhadap pasien kanker. Pasien yang cenderung menyimpan dendam dan kemarahan justru lebih lama sembuh ketimbang pasien yang lebih sehat secara emosional dengan pemberian treatment pengobatan yang sama.

Jadi, bagaimana cara kita mengetahui bahwa emosi kita tidak sehat? Nah, berikut ini tanda-tandanya.
 

Memendam Kemarahan dan Dendam Terhadap Seseorang

Bahkan, meski telah bertahun-tahun, ketika melihat seseorang yang pernah menyakitimu muncul kembali, rasa dendam dan amarah akan timbul kembali. Nah, inilah pertanda kamu menyimpan emosi negatif. Sebenarnya, sangat mudah kok untuk memafkan seseorang tanpa mempercayainya. Memang sih, untuk memberi kepercayaan ke orang lain terasa agak susah. Namun lebih dari itu, jika tak kunjung memaafkan, hal tersebut bisa menjadi racun bagi kesehatan mentalmu.

 

source: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com


 

<baca juga>

Tidak Pernah Merasa Bersyukur

Profesor psikologi Robert Emmons pernah menyatakan, beberapa penelitian psikologi terdahulu menemukan hubungan yang menarik antara optimisme dengan fungsi imun sistem yang semakin baik. Nah, apakah kamu pernah sesekali merenung dan merasa bersyukur atas kehidupan yang selama ini kamu jalani? Bersyukur tidak hanya membuat emosi positif selalu datang padamu, tetapi juga membawa perubahan lebih baik dalam menanggapi orang-orang di sekitarmu.
 

Membiarkan Prasangka Jelek Terus-Menerus dalam Pikiran 

Terlalu banyak memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu justru akan membuat kita semakin terjerumus dalam pemikiran sendiri. You know why? Sebab, sebagian besar dari pikiran kita bukanlah kenyataan yang benar-benar terjadi, sehingga tugas kita sendirilah untuk memilah-milah pemikiran manakah yang harus kita percayai. Yap, orang dengan emosi yang sehat akan berpikir tentang hal-hal yang membuat mereka tidak terjebak pada emosi negatif.
 

source: https://media.giphy.com