Gluten biasanya terkandung dalam produk gandum seperti sereal, roti, pasta dan biji-bijian. Tapi tahukah bahwa tak semua orang dapat menerima zat gluten di dalam tubuhnya? Terlebih lagi, pemicu intoleransi gluten sesungguhnya berasal dan konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gluten secara berlebihan.

Paling parah, seseorang dapat mengidap Celiac disease, penyakit autoimun yang mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi. Untuk itulah, sebelum terlambat, jangan meremehkan gejala-gejala penyakit berikut yang berhubungan dengan intoleransi gluten.

source: https://marinki.files.wordpress.com/

1. Penyakit Kulit

Intoleransi gluten dihubungkan dengan penyakit kulit seperti jerawat, psoriasis, eksim dan dermatitis herpetiformis (DH). Biasanya, gejala awal yang ditimbulkan dari intoleransi gluten yaitu kemerahan, ruam dan rasa terbakar, gatal, bahkan melepuh. Penyakit DH juga akan semakin kronis dan dalam kondisi yang sangat berbahaya seperti berair dan bernanah.

baca juga


2. Kelelahan dan Pegal-Pegal

Penelitian terbaru telah menemukan hubungan antara kondisi kelelahan dan pegal-pegal terhadap intoleransi gluten. Gejala kelelahan akibat intoleransi gluten disebabkan inflamasi dan dealokasi cadangan energi tubuh.


3. Fungsi Sistem Imun Abnormal

FYI, zat antibodi yang bertugas untuk menolak zat gluten tersebut ditemukan terutama di saluran pencernaan dan kelenjar air liur, yang mempunyai fungsi utama untuk melawan flu dan pilek. Jika antibodi yang sama menolak zat gluten serta virus penyebab flu dan pilek dalam waktu bersamaan, sistem imun tubuh juga akan menjadi terganggu.

baca juga


4. Gejala Brain Fog (Kehilangan Memori)

Sering lupa merupakan tanda-tanda awal seseorang ternyata memiliki intoleransi gluten yang tidak boleh diabaikan.The Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry menyatakan bahwa insensifitas terhadap gluten termasuk dalam penyakit neurologis. Antibodi yang dikenal sebagai imunoglobins cenderung bereaksi dengan cara yang tidak normal terhadap gluten, sehingga menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada otak manusia. Akibatnya, memicu gejala brain fog atau extreme loss memory.


5. Berat Badan Mendadak Bertambah

Jika seseorang mengalami kenaikan berat badan drastis secara mendadak, hal tersebut merupakan salah satu gejala intoleransi gluten. Hal ini terjadi karena efek samping intoleransi gluten yang menyebabkan usus tak dapat menyerap zat makanan dengan baik.


6. Memiliki Masalah Kesehatan Gigi

Sebuah studi yang diterbitkan pada BMS Gastroenterology menemukan adanya hubungan antara intoleransi gluten dan kondisi gigi aphthous stomatitis, terkait borok mulut dan sariawan. AKibat kurangnya kemampuan menyerap gluten, orang dengan intoleransi gluten memiliki  kadar kalsium rendah, terutama zat kalsium yang merupakan mineral penting yang dibutuhkan gigi.


7. Sakit Sendi dan Otot

Efek peradangan yang didorong oleh intoleransi gluten adalah alasan utama yang mendasari nyeri sendi dan otot. Sebuah studi yang dilakukan Arthirits Foundation telah menemukan hubungan antara arthritis serta nyeri sendi dengan sensitivitas terhadap gluten. Maka dari itu, jangan remehkan penyakit nyeri sendi dan otot yang terlalu sering ya.


8. Sakit Kepala disertai Migrain
 

Sakit kepala dan migrain mungkin akan timbul dan reda sesaat. Namun sebenarnya, hal ini tidak boleh diremehkan. Sebab, orang dengan intoleransi gluten sering mengalami hal tersebut. Studi terakhir menemukan presentase orang dengan intoleransi gluten lebih besar menderita migrain, dibandingkan orang yang tak memiliki masalah toleransi gluten.

source: http://static.wixstatic.com